Kali ini saya ditugaskan untuk jaga mahasiswa yang sedang ujian ketrampilan, saya pun menanykan hal-hal apa yang perlu saya ketahui, begitu semuanya jelas proses langsung berjalan lancar. sambil menunggu beker yang diset 7 menit saya sambil mengamati mahasiswa yang praktek, dan memang ada beberapa mahasiwa yang sudah selesai walaupun waktu baru berjalan setengahnya.
Habis mahasiswa semua selesai maka mahasiswa diminta mengumpulkan kartu praktikumnya, dari situ saya baca bahwa sebelum ujian ini mahasiswa harus sudah latihan ketrampilan, berikutnya untuk mengecek pemahaman maka ada acara responsi dan terakhir ujiannya yang merupkan evaluasi. padahal nantinya setelah mau masuk ke jenjang profesipun mahasiswa harus dibekali dengan ujian lagi untuk mengingatkan ketrampilan-ketrampilan yang selama ini dipelajari. dan ada satu lagi ujian kompetensi bila mau mendapatkan sertifikat profesi.
ya model pembelajaran memang harus disusun dan didain sedemikian rupa agar bisa menghasilkan lulusan yang punya standar kompetensi yang tinggi, minimal memadai.
saya jadi merenung sendiri bahwa untuk bisa berketrampilan memang dibutuhkan pengulangan dan untuk setiap orang memang volume atau kebutuhanya berbeda akan tetapi bila menyangkut maslah profesi memang tidak bisa main-main atau enak-enakan. profesi disini bisa berarti kerjanya bisa dipertanggung jawabkan atau profesi untuk menghasilkan uang atau kerja kita.
saya jadi teringan komik kunfu boy yang saya salut justru yang menjadi lawannya chinme yaitu jendral boru, dia bisa sangat sadar berapa lama dan berapa inten dia harus mempelajari suatu jurus yang menghasilkan kekuatan yang dasyat.
jadi untuk bisa berpengetahuan dan berketrampilan tinggi memang perlu latihan yang cukup
sudahkan anda cukup latihan untuk sesuatu yang anda perjuangkan?