Category Archives: filosofi

Model Metode Belajar

Kali ini saya ditugaskan untuk jaga mahasiswa yang sedang ujian ketrampilan, saya pun menanykan hal-hal apa yang perlu saya ketahui, begitu semuanya jelas proses langsung berjalan lancar. sambil menunggu beker yang diset 7 menit saya sambil mengamati mahasiswa yang praktek, dan memang ada beberapa mahasiwa yang sudah selesai walaupun waktu baru berjalan setengahnya.

Habis mahasiswa semua selesai maka mahasiswa diminta mengumpulkan kartu praktikumnya, dari situ saya baca bahwa sebelum ujian ini mahasiswa harus sudah latihan ketrampilan, berikutnya untuk mengecek pemahaman maka ada acara responsi dan terakhir ujiannya yang merupkan evaluasi. padahal nantinya setelah mau masuk ke jenjang profesipun mahasiswa harus dibekali dengan ujian lagi untuk mengingatkan ketrampilan-ketrampilan yang selama ini dipelajari. dan ada satu lagi ujian kompetensi bila mau mendapatkan sertifikat profesi.

ya model pembelajaran memang harus disusun dan didain sedemikian rupa agar bisa menghasilkan lulusan yang punya standar kompetensi yang tinggi, minimal memadai.

saya jadi merenung sendiri bahwa untuk bisa berketrampilan memang dibutuhkan pengulangan dan untuk setiap orang memang volume atau kebutuhanya berbeda akan tetapi bila menyangkut maslah profesi memang tidak bisa main-main atau enak-enakan. profesi disini bisa berarti kerjanya bisa dipertanggung jawabkan atau profesi untuk menghasilkan uang atau kerja kita.

saya jadi teringan komik kunfu boy yang saya salut justru yang menjadi lawannya chinme yaitu jendral boru, dia bisa sangat sadar berapa lama dan berapa inten dia harus mempelajari suatu jurus yang menghasilkan kekuatan yang dasyat.

jadi untuk bisa berpengetahuan dan berketrampilan tinggi memang perlu latihan yang cukup

sudahkan anda cukup latihan untuk sesuatu yang anda perjuangkan?

Kustomisasi memudahkan belajar

custom, modifications, editMencari bahan diinternet bisa dikata gampang-gampang susah, kalau secara kebetulan sedang mencari-cari bahan terus tanpa sengaja menemukan dan kebetulan free dan lengkap itu mungkin bisa disebut gampang, tapi menurut saya kebanyakan materi atau bahan itu tidak utuh, so jadi tugas kita untuk mencari pelengkapnya atau mengkostumisasi (customize) agar bahan sesuai dengan yang diharapkan.

dari beberapa pengalaman bisa saya ceritakan beberapa diantaranya :

saat saya mencari buku belajar bahasa inggris yang khusus untuk percakapan, saya menemukan banyak salah satunya interchange intro akan tetapi tidak tersedia audionya, begitu saya mencari audinya saya menemukan yang tidak sesuai sehingga harus mencari banyak cara untuk bisa menemukan kedua bahan secara tepat, dan akhirnya bisa menemukan dengan sumber yang terpisah.

Buku bisa dibaca, audio bisa didengarkan, namun masih terasa ada yang krang pas karena audio itu hanya 3 file sementara buku itu terdiri dari banyak bab(chapter).

lagi-lagi, bagaimana kita bisa mengedit atau memodifikasi atau mengkustomisasi agar sesuai dengan selera kita, maka belajar program semacam cutmp3 versi linux, atau cakewalk menjadi keharusan. setelah bisa membuat file2 sesuai keinginan dan bisa kita pindah di hp kita timbul masalah lagi bahwa headset hape kita kurang nyaman, maka kita pun berburu headset yang paling sesuai (tidak mesti mahal lho) bila sudah dapat dan sesuai dengan jacknya maka tinggal nyari waktu yang tepat saja untuk belajar bila ternyata belum ya kita harus mencari konektornya bisa nanya di toko-toko audio.

Bila sudah dapat tinggal diujicoba dan bila hasilnya baik, maka tinggal digunakan untuk pembelajaran.

Selamat Belajar

Belajar dengan membuat project

learn make projectbelajar terasa lebih mantap kalau dihadapkan pada project, karena tidak semata paham dengan apa yang dipelajari tahu sekaligus implementasinya. terkadang memang terasa lebih berat tapi hasilnya memuaskan.

contoh saja bila belajar membuat web maka memang kita harus membikin web sampai jadi. dan sekaligus ditampilkan di internet. jadi meskipun yang diminta sederhana namun secara umum tingkat kesulitannya lebih tinggi karena harus menghasilkan produk yang nyata dan berjalan mulus.

belajar bahasa, meskipun secara pasif sudah tahu namun berkomunikasi langsung menimbulkan rasa tensendiri, ada perasaan dag did dug,  gugup, nervous, takut dll.  dan ini akan lebih tearasa tingkat keberhasilan  maupun kelemahan kita sehingga mudah untuk memperbaikinya.

demikian juga dengan projek-projek lainnya, kalau hanya berhenti pada level pemahaman saja meskipun tidak ada ruginya tapi tetap kurang mantap

tahun baru lagu ditugasi dengan beberapa project kuliah.

How to get Ideas (Bagaimana Mendapatkan Ide)

“Mendapatkan Ide, ide apa?,  kalau sudah mendapatkan ide terus ngapain? kenapa sih kita perlunya ide, atau ide itu sendiri apa?” dan mungkin masih banyak lagi beragam pertanyaan tentang ide.

Saya sudah pingin menulis topik ini sejak lama, setidaknya sejak temanku membeli buku How To Get Ideas karya Jack Foster, buku yang menurutku cukup bagus meskipun waktu itu seingatku terjemahannya masih lokal kota setempat dan penerbitnya juga belum terkenal. Tapi lagi-lagi ide yang membuat saya bertahan untuk membacanya dan memang lumayan menarik.

Ide menurut menurut kamus besar bahasa indonesia terbitan balai pustaka adalah n rancangan yang tersusun di dalam pikira; gagasan; cita-cita

dalam dictionary Oxford idea n plan; thought; mental impression; opinion;belief etc.

buku yang saya baca kurang lebih menjelaskan saya agak ingat-ingat sedikit bahwa ide tidak pernah ada yang baru, kita hanya bisa menirunya atau memodifikasi (mengurangi atau menambahi atau menggabungkannya) menjadi ide baru.

jadi sebenarnya kalau ada orang yang punya ide banyak atau brilian sudah tentu dia mempunyai wawasan yang luas, input yang banyak dan mengolahnya. sederhananya bila saya pergi merantau dan kembali ke kampung halaman dan menerapkan ide atau kerjaan yang baru maka kita disebut mempunyai ide yang baru. apalagi bila mampu mengolahnya memodifikasi sesuai kebutuhan maka ide inilah ide yang baru yang creatif (bersifat membuat atau mencipta yang sesungguhnya hanya mencontek atau meniru).

Lagi asyik-asyiknya membaca buku, eh rasanya menemukan contoh kongkritnya, kebetulan teman sebelahku bisa dijadikan contoh.

dari pertama ngobrol di dalam bus sampai akhir perjalanan, dia terlihat terus sibuk saja sambil sekali-kali diselingi obrolan, tapi fokusnya dengan yang lagidikerjakan sangat terlihat, selain sms dan telepon dia juga masih mengingat pesan yang ada di handphone dan yang agak saya heran masih sempat mencatat poin apa yang perlu dimasukan dalam catatannya. ketika dia merasa mengantuk akhirnya minta ijin untuk tidur sebentar dan habisbangun terus saja mengerjakan kesibukannya sampai akhirnya turun dari bus.

Alhamdulillah, mendapat pelajaran 2 sekaligus yang pertama buku sebagai teorinya dan menemukan sedikit contoh realnya.

Oh iya ini ada point-point yang saya ambil dari google book

What Is an Idea?
Ten Ways to Idea Condition your
Have Fun
Be More Like a Child
Become Idea Prone
Visualize Success
Rejoice in Failure
Get More Input
Screw Up Your Courage
Team Up with Energy
Rethink Your Thinking
Leran How to Combine
A FiveStep Method For Producing
Define the Problem
Gather the Information
Search for the idea
Forgot about it
Put the Idea into Action

tentunya tidak perlu saya terjemahkan karena saya yakin anda pun sudah tahu idenya bagaimana untuk bisa mengerti/memahami buku ini.

Guys, Ini Idenya … kayak iklannya sprite saja!

 

 

catatan kehidupan emha ainun nadjib

Cak NunSaat main ke tempat teman saya, tak sengaja temanku lagi mutar cermah cak nun (Emha Ainun Nadjib) aku dengarkan, simak, resapi eh kok enak semua ya banyak hal yang saya rasa bisa jadi tool untuk setidaknya menambah referensi beberapa sisi kehidupan kekinian. Akhirnya saya copy semua file itu ada sekitar 7 file mp3, aku puter di komputer maupun saya simpan di micro sd hpku. saat pingin denger tinggal putar, lumayan bisa nambah pengetahuan.

Akhirnya setelah semua didengar penasaran pingin dapat lainnya, ku search di google untuk cari file2 itu, yang jadi kesulitan adalah file itu tanpa judul atau nama, akhirnya saya menemukan salah satu kata kunci yang terucap diceramahnya yaitu”pendengar delta” aku cari juga dengan delta, atau deltafm tapi belum nemu juga.

setelah utak-atik sana-sini nemu beberapa link berikut :

http://search.4shared.com/q/1/catatan%20kehidupan

http://www.4shared.com/dir/nKe8EZj3/Emha_Ainun_Nadjib_-_Catatan_Ke.html

Jawablah dengan Karya

“Jawablah dengan karya” itu yang aku dengar ketika ada salah satu sahabatku mengeluh bahwa sekarang ini dia merasa diperlakukan tidak fair oleh kelompok teman-temannya. Saya mendengar ini kebetulan lagi main di ruangan mereka dan memang selama ini saya cukup dekat dengan mereka semua , sahabatku.

Menurutku itu jawaban yang menarik dan sekaligus menantang diri kita untuk terus berkarya lebih baik meningkatkan mutu karena kalau kita hanya terpaku dengan prasangka-prasangka diri atau berasan-rasan kalau tidak hati-hati malah bisa jadi ghibah.

Juga dari sisi kesehatan jiwa kadang tidak tepat  tidak baik untuk mental kita. Sehingga lebih baik menengarkan apa yang orang lain kritikan kalau memang benar ya kita perbaiki apa-apa yang ada di kita tapi kalau tidak ya biarin saja, tapi justru kita makin inten dengan kegiatan kita.

saya kasih contoh lain misalnya ada kritikan bahwa blogger adalah orang-orang yang kurang kerjaan dan bodoh, maka supaya kegiatan blogging kita bermanfaat maka tuliskan sesuatu yang penting dan manfaat maka saya kira itu bukanlah bodoh. Tetapi kritik seperti itu tetap kita hargai untuk meningkatkan mutu kita.

lain lagi bila ada yang mengatakan blog hanya trends sesaat, saya kira semua orang sudah tahu bahwa itu asal saja jawabannya, lha wong peusahaan-peusaah besar justru sekarang memfasilitasi semua pembacanya untuk bisa ngeblog di situsnya, sebut saja liputan6, detik, kompas dll

intinya kalau kritik pedas kita pikir dulu kalau itu bisa memacu kita malah baik,  kita terima,  tapi kalau kritikannya ngawur yang kita biarin aja dengan legowo, meminjam istilah temanku “setiap orang benar menurut sudut pandangnya” jadi maklumilah…